Data Laboratorium Kolesterol [Simpel, Tabel, Definisi LDL, HDL, Trigliserida]

Posted on Posted in Farmasi

DATA LABORATORIUM HIPERKOLESTEROL

Dilakukan pemeriksaan darah untuk mengukur kadar kolesterol total. Untukmengukur kadar kolesterol LDL, HDL dan trigliserida, sebaiknya penderita berpuasa dulu minimal selama 12 jam.

Berdasarkan Pedoman Interpretasi Data Klinis Kemenkes 2011

Pemeriksaan laboratoriumKisaran yg ideal (mg/dL darah)
Kolesterol total120-200
KilomikronNegatif

(setelah berpuasa selama 12 jam)

VLDL1-30
LDLNilai normal : <130 mg/dL

Nilai batas : 130 – 159 mg/dL

Risiko tinggi: ≥160 mg/dL

HDL30 – 70 mg/Dl
Perbandingan LDL dengan HDL< 3,5
Trigliserida40 – 160 mg/dL (Pria)

 

  1. LDL (low density lipoprotein)

LDL adalah B kolesterol. Nilai LDL tinggi dapat terjadi pada penyakit pembuluh darah koroner atauhiperlipidemia bawaan. Peninggian kadar dapat terjadi pada sampel yangdiambil segera. Hal serupa terjadi pula pada hiperlipoproteinemia tipe Ha dan Hb, DM, hipotiroidism, sakit kuning yang parah, sindrom nefrotik, hiperlipidemia bawaan dan idiopatik serta penggunaan kontrasepsi oralyang mengandung estrogen. Penurunan LDL dapat terjadi pada pasien dengan hipoproteinemia ataualfa-beta-lipoproteinemia.

  1. HDL (High density lipoprotein)

HDL merupakan produk sintetis oleh hati dan saluran cerna serta katabolisme trigliserida. Terdapat hubungan antara HDL – kolesterol dan penyakit arteri coroner. Peningkatan HDL dapat terjadi pada alkoholisme, sirosis bilier primer tercemar racun industri atau poliklorin hidrokarbon. Peningkatan kadar HDL juga dapat terjadi pada pasien yang menggunakan klofi brat, estrogen, asam nikotinat, kontrasepsi oral dan fenitoin. Penurunan HDL terjadi dapat terjadi pada kasus fibrosis sistik, sirosis hati, DM, sindrom nefrotik, malaria dan beberapa infeksi akut. Penurunan HDL juga dapat terjadi pada pasien yang menggunakan probucol, hidroklortiazid, progestin dan infus nutrisi parenteral.

  1. Trigliserida

Trigliserida ditemukan dalam plasma lipid dalam bentuk kilomikron dan VLDL (very low density lipoproteins). Trigliserida meningkat dapat terjadi pada pasien yang mengidap sirosis alkoholik, alkoholisme, anoreksia nervosa, sirosis bilier, obstruksi bilier, trombosis cerebral, gagal ginjal kronis, DM, Sindrom Down’s, hipertensi, hiperkalsemia, idiopatik, hiperlipoproteinemia (tipe I, II, III, IV, dan V), penyakit penimbunan glikogen (tipe I, III, VI), gout, penyakit iskemia hati hipotiroidism, kehamilan, porfiria akut yang sering kambuh, sindrom sesak nafas, talasemia mayor, hepatitis viral dan sindrom Werner. Kolestiramin, kortikosteroid, estrogen, etanol, diet karbohidrat, mikonazoliv, kontrasepsi oral dan spironolakton dapat meningkatkan trigliserida. Penurunan trigliserida dapat terjadi pada obstruksi paru kronis, hiperparatiroidism, hipolipoproteinemia, limfa ansietas, penyakit parenkim hati, malabsorbsi dan malnutrisi. Vitamin C, asparagin, klofibrat dan heparin dapat menurunkan konsentrasi serum trigliserida.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *