Bunga Rosella Penurun Kolesterol [Penelitian Herbal]

Posted on Posted in Farmasi

Rosella (Hibiscus sabdariffa) sebagai Anti-Kolesterol

Pemberian herbal anti-kolesterol yang tidak meningkatkan nafsu makan dan menjaga nafsu makan berdasarkan artikel terpercaya yaitu ROSELLA (Hibiscus sabdariffa).

Deskripsi

Rosela merupakan tumbuhan semak umur satu tahun, tinggi tumbuhan mencapai 2,4 m. Batang berwarna merah, berbentuk bulat dan berbulu; daun berseling 3-5 helai dengan panjang 7,5-12,5 cm berwarna hijau, ibu tulang daun kemerahan, tangkai daun pendek. Bentuk helaian daun bersifat anisofili (polimorfik), helaian daun yang terletak di bagian pangkal batang tidak berbagi, bentuk daun bulat telur, tangkai daun pendek.

Daun-daun di bagian cabang dan ujung batang berbagi, menjadi 3 toreh, lebar toreh daun 2,5 cm, tepi daun beringgit, daun penumpu bentuk benang; panjang tangkai daun 0,3- 12 cm, hijau hingga merah; pangkal daun meruncing, tepi daun beringgit, pangkal daun tumpul hingga meruncing, sedikit berambut.

Bunga tunggal, kuncup bunga tumbuh dari bagian ketiak daun, tangkai bunga berukuran 5-20 mm; kelopak bunga berlekatan, tidak gugur, tetap mendukung buah, berbentuk lonceng; mahkota bunga berlepasan, berjumlah 5 petal, mahkota bunga berbentuk bulat telur terbalik, warna kuning, kuning kemerahan; benang sari terletak pada suatu kolom pendukung benang sari, panjang kolom pendukung benang sari sampai 20 mm, kepala sari berwarna merah, panjang tangkai sari 1 mm; tangkai putik berada di dalam kolom pendukung benang sari, jumlah kepala putik 5 buah, warna merah. Buah kapsul, berbentuk bulat telur, ukuran buah 13-22 mm x 11-20 mm, tiap buah berisi 30-40 biji. Ukuran biji 3-5 mm x 2-4 mm, warna coklat kemerahan.

Klasifikasi

Divisi            :           Magnoliophyta

Kelas             :           Magnoliopsida

Subkelas        :           Dilleniidae

Bangsa          :           Malvales

Suku              :           Malvaceae

Genus            :           Hibiscus

Species          :           Hibiscuc sabdariffaLinn

 

Kandungan Kimia Rosella (Hibiscus sabdariffa)

Kandungan kimia tanaman ini adalah (+)-alohidroksi asam sitrat lakton, asam malat dan asam tartrat. Antosian yang menyebabkan warna merah pada tanaman ini mengandung delfinidin-3- siloglukosida, delfinidin-3-glukosida, sianidin-3-siloglukosida, sedangkan flavonoidnya mengandung gosipetin dan mucilago (rhamnogalakturonan, arabinogalaktan, arabinan).

Sterol minyak biji rosela terdiri atas 61,3% β-sitosterol, 16,5% kampasterol, 5,1% kolesterol, dan 3,2% ergosterol.7
Karkade (bunga kering tanpa ovari) mengandung 13% campuran asam sitrat dan asam malat, dua antosianin; gosipetin (hidroksiflavon) dan hibiskin, asam askorbat 0,004-0,005%. Mahkota bunga mengandung glikosida-flavon hibiskritin, yang mengandung aglikon hibisketin. Bunga rosela juga mengandung fitosterol. Bunga kering mengandung 15,3% asam hibiskat. Akar rosela mengandung saponin dan asam tartrat.

Rosela sebagai Anti-Kolesterol

Pemberian karkade (teh dari kelopak bunga rosela) dengan dosis 5 dan 10 % pada tikus hiperkolesterol selama 9 minggu menunjukkan efek penurunan fraksi lipid dalam plasma, hati, otak, dan lambung, juga menurunkan aktivitas enzim GOT, GPT, alkalin dan asam fosfatase dalam plasma, yang akan kembali pada kadar semula setelah pemberian dihentikan. Efek antikolesterol rosela dikonfirmasi dengan pemberian 0,5 atau 1% pada kelinci yang sebelumnya diberi kolesterol selama 10 minggu. Hasil penelitian ini efektif menurunkan konsentrasi trigliserida, kolesterol total dan LDL pada serum.9 Pemberian ekstrak air mahkota bunga rosela dengan dosis 500 dan 1000 mg/kgBB bersama-sama dengan pemberian kolesterol selama 6 minggu kepada tikus hiperkolesterolemia secara bermakna menurunkan kadar kolesterol serum 22 dan 26 %, trigliserida serum 33 dan 28 %, LDL serum 22 dan 32 %. Uji klinik yang melibatkan 42 orang, usia 18 – 75 tahun, kadar kolesterol serum 175 – 327 mg/dL menunjukkan bahwa pemberian 500 mg ekstrak air bunga kering rosela perhari selama 4 minggu dapat menurunkan secara bermakna kadar kolesterol sebesar 8.3 – 14.4 %.15
Ekstrak rosela menghambat oksidasi LDL, menurunkan serum trigliserida, serum kolesterol. Rasio LDL-HDL juga berkurang dengan ekstrak rosela.

Mekanisme efek penurunan kadar kolesterol LDL oleh sediaan Hibiscus Sabdariffa diduga karena dipengaruhi kandungan pectin, B-sitosterol, dan anthosianin yang dimilikinya. Efek penurunan kadar kolesterol LDL serum oleh pectin dijelaskan pada penelitian yang dilakukan tahun 1995 dan 1998 melalui inhibisi absorbs kolesterol di saluran cerna sehingga menginduksi peningkatan kadar rLDL (rApoB/E) sehingga meningkatkan ambilan kolesterol LDL oleh hepar (jimenez dkk, 1998; Fernandez dkk, 1995).

Mekanisme lain yang diduga dapat menurunkan kadart rigliserid adalah melalui pengaruh polifenol terhadap penurunan aktivitas mikrosomal transfer protein (MTP).MTP merupakan enzim yang mengkatalisa transporttrigliserid, ester kolesterol dan phospholipid antar membran. Trigliserid yang disintesis pada membrane retikulum endoplasma akan ditranspor menuju partikel-partikellipoprotein yang dihasilkan dalam reticulum endoplasma. Penghambatan pada enzim MTP akanmenyebabkan trigliserid yang ditranspor terhambatsehingga kadarnya dalam plasma menjadi berkurang.Mekanisme bagaimana rosela mampu mempengaruhikadar trigliserid masih belum bisa dipastikan.

Mekanisme penurunan nafsu makan disebabkan oleh Hibiscus acid dan6-methyl ester, bentuk lakton (+)-allo-hydroxycitric acid diisolasi dari ekstrak methanol teh Hibiscus sabdariffa. Kedua senyawa ini sedikit menghambat porcine pancreatic α-amylase in-vitro (IC50 3.22 mM and 1.10 M respectively). Aktivitasnya ada di pH 3,5 sampai 7.

Dosis

Untuk dislipidemia: 1,000 mg herbal kering dalam 1 cangkir teh rosella atau 100 mg ekstrak rosella

Bukti Ilmiah Solusi Pengobatan Herbal

ArtikelMetodeHasil
Pemberian Teh Rosela (Hibiscus sabdariffa Linn), Simvastatin danProfil Lipid serta Serum ApoB pada Tikus HiperkolesterolemiIn-VivoPemberian teh rosela dengan berat rata-rata 1,37 gramyang dikonsumsi dua kali per hari lebih efektif dalammenurunkan kadar trigliserid serum tikus hiperkolesterolemidibandingkan pemberian 0,4 mgsimvastatin.
Herbal medicine for obesity treatment: a reviewIn-VitroMenurunkan nafsu makan
Effects of Sour Tea (Hibiscus sabdariffa) on Lipid Profileand Lipoproteins in Patients with Type II DiabetesIn-VivoMenurunkan kadar lemak dalam darah
Gurrola-Diaz C, Garcia-Lopez P, Sanchez-Enriquez S, et al. Effects of Hibiscus sabdariffa extract powder and preventive treatment (diet) on the lipid profiles of patients with metabolic syndrome (MeSy).  Phytomedicine 2010;17:500-505.In-Vivo 222 pasien100 mg serbuk ekstrak Hibiscus sabdariffa setiap hari secara signifikan menurunkan kadar glukosa, total kolesterol, dan LDL serta meningkatkan HDL.

 

 

Lin T, Lin H, Chen C, et al. Hibiscus sabdariffa extract reduces serum cholesterol in men and women. Nutr Res 2007;27:140-145.In-Vivo 42 pasienUji klinik menunjukan 500mg ekstrak Hibiscus dari herbba kering menurunkan kolesterol 8.3% sampai 14.4% setelah 1 bulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *